Indeks Berita Terbaru Hari ini Dari Peristiwa, Kecelakaan, Kriminal, Hukum, Berita Unik, Politik, Liputan Khusus di Indonesia dan Internasional

''Polemik ‘Lima Hari Sekolah’ Skenario Tangan Penguasa Jatuhkan Muhammadiyah''

Suara Bangsaku - Wacana Kemendikbud soal sekolah lima hari dalam satu minggu mendapat protes keras. Mendikbud Muhadjir Effendy yang berlatarbelakang Muhammadiyah pun banjir kecaman. Padahal, sekolah lima hari kerja atas kemauan Presiden Joko Widodo.  

Pengamat politik Ahmad Baidhowi menilai, wacana lima hari sekolah tidak lebih dari upaya tangan-tangan penguasa untuk mendiskreditkan Muhammadiyah.

"Pengakuan Menteri Muhadjir bahwa sekolah lima hari atas kemauan Presiden, itu artinya ada pihak penguasa yang sengaja menjatuhkan Muhammadiyah dengan isu kebijakan itu," beber Ahmad Baidhowi kepada intelijen (13/06). 


Kata Baidhowi, Muhadjir sebagai bawahan Presiden hanya melaksanakan tugas untuk mewujudkan kemauan presiden itu. "Tapi secara politis, Muhammadiyah yang jadi sorotan karena Muhadjir dari ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu," papar Baidhowi. 

Menurut Baidhowi, patut dicurigai, wacana lima hari sekolah merupakan bagian dari skenario menjatuhkan Muhammadiyah, karena selama ini kader-kader ormas berlambang Matahari ini sangat kritis terhadap penguasa. 

"Bahkan sudah ada suara untuk mengganti Muhadjir dan menuding Muhammadiyah mau mengkebiri madrasah diniyah yang banyak dikelola NU," jelas Baidhowi.

Baidhowi mensinyalir, saat ini ada upaya untuk menundukkan kader-kader Muhammadiyah agar tidak kritis ke pemerintah sekarang ini. "Makanya sekarang memanfaatkan ormas lain untuk menyerang Muhammadiyah, dan saat ini sudah terjadi," papar Baidhowi.   

Sebelumnya, Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa program PPK bagian dari visi misi Presiden Jokowi dalam rangka penguatan karakter. Sebab, dalam Nawacita, untuk pendidikan karakter porsinya 70 persen di sekolah dasar sampai menengah.

"Ini kebijakan presiden bagian dari program penguatan karakter," tegas Muhadjir di Kompleks Parlemen, Senayan (13/06). Meskipun bukan idenya, sebagai pembantu presiden, maka dirinya punya kewajiban untuk mengimplementasikan apa yang menjadi visi misi presiden selaku bos nya.

"Ini bukan mau saya. Mau saya, saya sebagai pembantu presiden harus betul-betul bisa melaksanakan apa yang menjadi visi misi presiden," tambah Muhadjir. [suarabangsaku.com / ici]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ''Polemik ‘Lima Hari Sekolah’ Skenario Tangan Penguasa Jatuhkan Muhammadiyah''