Indeks Berita Terbaru Hari ini Dari Peristiwa, Kecelakaan, Kriminal, Hukum, Berita Unik, Politik, Liputan Khusus di Indonesia dan Internasional

Mengapa Hajar Aswad Selalu Dijaga 24 Jam? Ternyata Ini Alasannya

Suara Bangsaku - Seorang penjaga selalu berdiri di sebelah Hajar Aswad, batu yang terpasang di salah satu sudut bangunan Kabar. Batu tersebut memang tak pernah dibiarkan tanpa penjagaan.

Menurut laman Saudi Gazette, Senin 19 Juni 2017, selalu ada 24 penjaga yang melindungi Hajar Aswad dalam sehari. Sehingga, dalam waktu sehari semalam atau 24 jam, ada 24 penjaga yang berbeda.

Penjaga yang berdiri di dekat Hajar Aswad juga memperingatkan petugas lain bila menemukan jemaah atau pengunjung yang pingsan kelelahan atau kepanasan.

"Penjaga Hajar Aswad ditugasi berbagai pekerjaan. Dia ditugaskan untuk menjaga keamanan pengunjung dan mengajari mereka cara yang tepat untuk mencium Hajar Aswad. Dia juga bertanggung jawab untuk mengatur antrean jemaah yang ingin mencium batu itu," kata juru bicara Masjidil Haram, Mayor Sameh Al-Sulami.


Hajar Aswad merupakan batu yang dimuliakan. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji dan umrah, berusaha menciumnya, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad pernah dipecahkan menjadi 8 bagian dengan ukuran kecil-kecil.

Dalam hadis riwayat Tarmidzi, sahih menurut Syaikh Albani, Nabi Muhammad mengatakan bahwa semula Hajar Aswad berwarna putih susu. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Hajar Aswad menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

Hajar Aswad sangat familiar bagi umat Islam. Batu yang kini berwarna hitam ini menjadi bagian yang tidak pernah terlewatkan ketika melaksanakan ibadah Umroh dan Haji.

Jutaan manusia ingin memegang serta menciumnya, seperti yang dahulu dilakukan Nabi. Bukan hanya berdasarkan sabda Nabi, penelitian pun mengungkapkan jika batu ini berasal dari luar bumi.

Nabi Muhammad SAW mengungkapkan, Hajar Aswad berasal dari surga. Sebelum kiamat, batu ini akan diangkat oleh Sang Pemilik ke tempat semula.

Hajar Aswad diturunkan dari surga ke bumi pada masa kehidupan Nabi Ibrahim dan Ismail. Sang utusan membawa batu itu menyerahkannya kepada Nabi Ismail, ketika ayah dan anak ini membangun Kabah. Siapa utusan itu sebenarnya?

Dijelaskan oleh Nabi SAW bahwa Hajar Aswad diturunkan dari surga oleh sang pembawa utusan. Ternyata, yang mendapat tugas mulia ini adalah Malaikat Jibril, sang pemimpin malaikat.

Dari Abdullah bin Amru berkata, "Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy). [suarabangsaku.com / lpc]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengapa Hajar Aswad Selalu Dijaga 24 Jam? Ternyata Ini Alasannya