Indeks Berita Terbaru Hari ini Dari Peristiwa, Kecelakaan, Kriminal, Hukum, Berita Unik, Politik, Liputan Khusus di Indonesia dan Internasional

Ingin Jenderal Gatot Jadi Presiden 2019? Tergantung Tiga Kriteria Ini

Suara Bangsaku - Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres) masih akan digelar dua tahun lagi. Namun lembaga seperti Islamic Politician Index (IPI) telah memunculkan nama-nama yang berpeluang menjadi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang. Salah satu nama yang muncul adalah panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Pengamat politik Network for South East Studies, Muchtar Effendi Harahap mengatakan bahwa peluang Gatot Nurmantyo untuk jadi capres harus dilihat dari minimal tiga kriteria, yaitu adanya dukungan parpol yang sesuai regulasi.

"Jika diberlakukan presidential threshold maka peluang Gatot hanya pada dukungan Demokrat," ujar Muchtar ketika dihubungi Republika.co.id, pada Sabtu (27/5).


"Bagi Gatot pasti masalah jika persyaratan dengan model presidential threshold, berdasarkan jumlah pemilih pileg atau anggota DPR sekitar 20 persen. Kalau hanya 5 persen suara, tentu Gatot akan berpeluang dari kriteria dukungan parpol ini," imbuh Muchtar.

Muchtar menambahkan, peluang Gatot juga tergantung dari dukungan kelompok politik ekonomi atau kekuatan raksasa yang memiliki sumber daya ekonomi untuk pembiayaan politik kampanye.

"Dari kriteria dukungan kelompok politik ekonomi atau kekuatan raksasa khususnya bidang pendanaan, saya hanya melihat dukungan grup SBY atau grup Cendana," katanya.

Selain itu dalam segi popularitas dan elektabilitas bagi segmen pemilih juga menjadi kriteria agar peluang Gatot menjadi Capres atau Cawapres terbuka lebar. "Dari dukungan segmen pemilih tentu popularitas Gatot belakangan ini cukup membantu, begitu juga mungkin elektabilitas Gatot,"

Jika dibandingkan dua nama lain yang disebut-sebut berpeluang maju pilpres pada 2019, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Harry Tanoesoedibjo, Muchtar mengatakan popularitas Gatot justru lebih tinggi dan positif ketimbang keduanya.

Peneliti senior Network for South East Studies tersebut menyimpulkan bahwa sampai saat ini  Gatot berpeluang menjadi Capres atau Cawapres jika didukung grup SBY.  Karena kelompok Cikeas memiliki banyak pengaruh. [suarabangsaku.com / nsi]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ingin Jenderal Gatot Jadi Presiden 2019? Tergantung Tiga Kriteria Ini